METODE ILMIAH

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR 

"METODE ILMIAH"

Disusun oleh :

Dety Chairunisyah (10521417)

Gilang Aditya Putra (10521612)

Salsabhilla Hayatunnufus (11521296)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA 

2021

PENDAHULUAN

    Rasa ingin tahu adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada umat manusia. Semua umat manusia mempunyai sifat dasar ini dan selalu berusaha untuk memuaskannya. Hanya saja besarnya keingintahuan setiap manusia berbeda-beda. Ada yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar seperti para ilmuwan, ada juga yang takaran rasa ingin tahunya biasa-biasa aja. Manusia mempunyai berbagai pilihan cara untuk memenuhi rasa keingintahuannya. Ada yang berpikir mendalam seperti para filosof, ada yang memilih menggunakan kekuatan gaib seperti para petapa, ada yang menggunakan intuisinya untuk mengira-ngira atau ada juga yang berusaha mencarinya melalui penelitian ilmiah seperti para ilmuwan.

    Metode penelitian ilmiah merupakan salah satu cara manusia untuk mencari jawaban dari berbagai pertanyaan yang diajukannya sebagai cerminan rasa ingin tahunya yang besar terhadap berbagai kejadan dan gejala di alam semesta. Tetapi, sebagai satu cara untuk mencari "kebenaran", metode ilmiah memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh metode-metode yang lain


.

 TEORI

    Manusia selalu memiliki rasa ingin tahu. Ia selalu bertanya, jika manusia bertanya maka ia sebenernya ingin mengubah keadaan dirinya dari tidak tahu menjadi tahu. Pengetahuan dapat diartikan sebagai jawaban terhadap rasa keingintahuan manusia tentang kejadian atau gejala alam semesta baik dalam bentuk fakta, konsep, atau prinsip. Pengetahuan berbeda dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara tertentu, yaitu metode ilmiah. Jadi, dalam hal ini kata kunci yang penting adalah cara (metode). Jika ada suatu pengetahuan yang diperoleh dari cara-cara non-ilmiah maka pengetahuan ini belum layak disebut sebagai ilmu pengetahuan.

    Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan  bukti empiris. George Kneller (dalam Dadang Suparda,2008:42) mendefinisikan metode ilmiah sebagai struktur rasional dari penyelidikan ilmiah yang hipotesisnya disusun dan diuji. Ciri-ciri dari metode ilmiah yaitu bebas prasangka, bersih, jauh dari pertimbangan subyektif, menggunakan prinsip analisis dan mempunyai bukti yang konkrit. Berbeda dengan metode non-ilmiah yang pemecahan masalahnya hanya berdasarkan pada pendapat atau anggapan tanpa adanya bukti nyata. Seperti suatu pantangan atau kepercayaan terhadap sesuatu hal yang belum ada bukti nyatanya. Contohnya mitos. Metode ilmiah dan Non-ilmiah juga mempunyai perbedaan yang bisa dilihat dari berbagai macam aspek. 

Gambar Perbedaan Metode Ilmiah dan Non-Ilmiah (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

    Untuk membuktikan sebuah hipotesis, metode ilmiah mempunyai langkah-langkah operasional yang terstruktur seperti: observasi, hipotesis, eksperimen, analisis dan kesimpulan.

Gambar Penjelasan Langkah-Langkah Metode Ilmiah (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

    Selain objektif, metodik, sistematis dan berlaku umum, orang yang sering menggunakan metode ilmiah juga akan terbimbing dan terarah sedemikian sehingga tertanam dan terkembang suatu sikap yang disebut sikap ilmiah. Disamping banyak kelebihan yang dimiliki, metode ilmiah juga mempunyai keterbatasan yaitu adanya kemungkinan kekeliruan dalam mengambil fakta sehingga hasil kesimpulan juga akan ikut keliru ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan pancaindera untuk mengambil sebuah fakta. Metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk menguji keberadaan tuhan. 

    Metode ilmiah juga memiliki peran penting dalam memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris. selain itu, metode ilmiah juga sering digunakan sebagai landasan suatu penelitian ilmiah dan memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan. Contoh penerapan atau penggunaan metode ilmiah yang paling dekat dengan kita saat ini adalah proses produksi vaksin.

ANALISIS

    


    Cerita mengenai sosok Empu dan Permadi yang diyakini sebagai pemimpin dan pelindung kawasan merapi sangat terkenal di desa Kinahrejo. Menurut penduduk setempat merapi tidak hanya sebuah gunung saja, melainkan terutama sebgai kraton mahkluk halus yang dipimpin oleh Empu Rama dan Permadi. Kraton ini dilukiskan layaknya Kraton Sultan Hamengkubuwono di Yogyakarta yang memiliki prasarana-prasarana kehidupan organisasi pemerintahan yang lengkap. Penempatan rakyat kraton ini didasarkan atas penggolongan berkelakuan baik dan sebab-sebab kematiannya. Nama-nama tokoh penghuni Merapi selain Empu Rama dan Permadi dikenal masyarakat melalui doa-doa selamatan yang selalu menyebutkan nama-nama mahkluk halus penghuni Merapi untuk dimintai berkah dan keselamatan.

    Cerita Empu Rama dan Permandi dapat digolongkan sebagai mitos. Ini karena terdapat relevansi antara fungsi mitos sebagai sistem proyeksi dengan kehidupan masyarakat di desa Kinahrejo sekarang ini. Hal tersebut nampak dari bagaimana mereka menggunakan mitos yang mereka yakini sebagai proyeksi untuk mendapat keselamatan dan keberkahan serta memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka juga meyakini bahwa sesuatu yang terjadi disekita mereka sekarang tidak terlepas dari apa yang mereka lakukan dimasa lalu. Mitos ini juga diwariskan secara lisan dari mulut ke mulut secara turun temurun ke generasi berikutnya.


REFERENSI

  • Buku/Modul

Herman, dkk., 2018, Metodologi Penelitian, Tangerang Selatan, Universitas Terbuka, Hal 9-13

R, Gunawan Susilowarno, dkk, Biologi SMA/MA KLS X, Jakarta: Grasindo, Hal 11-19, ISBN 978-979-025-019-2

S, SI, Siti Pramita Retno Wardhani., 2020, Smart Bio Series: IPA Biologi SMA/MA: Sleman: Diandra Kreatif, Hal 9, ISBN 978-623-6571-56-9

  • Jurnal 

John Sabari, 2011, Metode Ilmiah Dalam Ilmu-Ilmu Sosial, Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1): Hal 118-121. Diakses pada 28 September 2021. Melalui https://e-journal.unipma.ac.id/

  • Skripsi

Casuarina, Yan., 2003, Cerita Rakyat Gunung Merapi di Kelurahan Haergobinagum Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Skripsi, Surakarta: Universitas Negeri Semarang. Diakses pada 28 September 2021. Melalui https://digilib.uns.ac.id/

Gambar Gunung Merapi (Sumber: https//regional.kompas.com)

Gambar Ilustrasi Empu Rama dan Permandi (Sumber:https://kluban.net/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Kegagalan (ngoceh sendiri part 3)

Mantra Stay Positive (edisi ngoceh part 2)